oleh

PEREMPUAN, API YANG TAK PERNAH PADAM DI DALAM SEJARAH (Sebuah Tanggapan atas Gagasan Jacob Ereste)

Sebab keadilan dalam sejarah bukanlah soal siapa yang paling terang, tetapi siapa yang selama ini dipadamkan.

Hari ini, kita hidup di republik yang dibangun bukan oleh satu suara, melainkan oleh paduan suara yang kompleks—dan perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari harmoni itu.

Jika kita terus menyederhanakan sejarah hanya pada satu figur, maka kita sedang mengkhianati kenyataan. Kita sedang mengerdilkan perjuangan yang seharusnya megah.

Baca Juga  Tradisi Atau Budaya Halal Bi Halal Adalah Mutiara Hikmah Penuh Nilai Spiritual

Sejarah harus ditulis ulang—bukan dengan niat membongkar, tetapi dengan keberanian untuk melengkapi.

Akhirnya, biarlah artikel ini menjadi semacam doa yang panjang:

Agar kita tidak lagi memuja sejarah seperti mitos yang beku,
tetapi merayakannya sebagai kebenaran yang hidup.

Agar perempuan-perempuan yang terlupakan tidak lagi menjadi bayang-bayang,
melainkan cahaya yang kembali menemukan namanya.

Baca Juga  *Memahami Berbagai Mazgab Untuk Memuluskan Jalan Mendekat Kepada Tuhan*

Dan agar republik ini belajar satu hal yang paling sederhana namun paling sulit:
bahwa keadilan bukan hanya untuk masa kini, tetapi juga untuk masa lalu.

—-
Sumatera Barat, Indonesia, 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *