oleh

Pejabat Daerah dan Pusat Ikut Nonton, Pertunjukan Monolog Pahlawan Nasional Jejak Perjuangan Dari Kie Raha Siap Guncang XXI Jati Land Ternate

-HEADLINE-125 Dilihat

“Ini sejarah,” tegas Amar Ome, dosen Unkhair sekaligus sutradara. “Umumnya cerita kepahlawanan dikemas dalam film atau drama. Kami kemas dalam monolog. Masing-masing aktor berdiri sendiri, menghidupkan tokoh besar Moloku Kie Raha lewat tutur, emosi, dan jiwa.”

Demi pementasan terbaik, tim sudah menggelar pelatihan 4 kali. Naskah digarap empat penulis: Saiful Bahri Ruray, Asgar Saleh, Herman Osman, dan almarhum Irfan Ahmad.

Baca Juga  SIGAP! Sekda Rizal Marsaoly Gerak Cepat Bentuk Posko Gempa 7,6 SR di Ternate

Tantangan Jiwa: Jadi Babullah, Nuku, dan Salahuddin

Bagi para aktor, peran ini lebih dari sekadar panggung. Azis Hakim, pakar ekonomi asal Kayoa, mengaku terpanggil secara nurani. “Memerankan Sultan Babullah ada keterlibatan emosional. Kapita Kayoa dengan tarian perang soya-soya ikut dalam perjuangan beliau. Sebagai putra Kayoa, saya bangga. Tapi juga berat, karena Babullah tokoh besar,” ucapnya.

Baca Juga  Jangan Jumawa ! Ekonom Mukhtar Adam : Abdul Gani Kasuba Disebut “Bapak Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara”

Asrul NL yang memerankan Sultan Nuku menyebut tantangan terberat adalah menjiwai Prince of Liberty itu. “Saya lama di panggung, tapi menjiwai karakter Nuku butuh napas panjang,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *