oleh

JUMPA PERS : Baru Pertama di Malut: Monolog 4 Pahlawan Nasional Dari Moloku Kie Raha Siap Guncang XXI Jati Land Ternate

-HEADLINE-47 Dilihat

Demi pementasan terbaik, tim sudah menggelar pelatihan 4 kali. Naskah digarap empat penulis: Saiful Bahri Ruray, Asgar Saleh, Herman Osman, dan almarhum Irfan Ahmad.

Tantangan Jiwa: Jadi Babullah, Nuku, dan Salahuddin

Bagi para aktor, peran ini lebih dari sekadar panggung. Azis Hakim, pakar ekonomi asal Kayoa, mengaku terpanggil secara nurani. “Memerankan Sultan Babullah ada keterlibatan emosional. Kapita Kayoa dengan tarian perang soya-soya ikut dalam perjuangan beliau. Sebagai putra Kayoa, saya bangga. Tapi juga berat, karena Babullah tokoh besar,” ucapnya.

Baca Juga  MILAD AMPP TOGAMMOLOKA : 27 Tahun Pengabdian Rakyat dan Negeri

Asrul NL yang memerankan Sultan Nuku menyebut tantangan terberat adalah menjiwai Prince of Liberty itu. “Saya lama di panggung, tapi menjiwai karakter Nuku butuh napas panjang,” katanya.

Syahrir Ibnu, sosiolog Unkhair, mengakui keunikan perannya sebagai Salahuddin Bin Talabuddin. “Beliau bukan sultan, tapi guru ngaji, pendakwah. Berjuang dengan kekuatan moral. Jejak itu harus dijiwai,” ujar Syahrir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *