oleh

Sosio-Puasa | Hari – 18/19 : PULANG YANG TERTUNDA

Ketika langit menjadi medan tempur, negara harus berdiri di baris terdepan dalam meja negosiasi untuk memastikan dua hal krusial:

1. Akses Jalur Hijau: Memastikan pesawat sipil pengangkut jemaah diprioritaskan saat wilayah udara dibuka kembali.

2. Perlindungan Hukum: Menjamin jemaah tidak dideportasi atau didenda karena masa berlaku visa yang habis akibat keadaan force majeure.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari ke-1/2 : KEMBALINYA TUHAN Di RUANG PUBLIK

Pada titik ini, “perlindungan warga negara” bukan lagi sekadar jargon politik, melainkan langkah nyata penyelamatan nyawa.

–000-

Akhir Sebuah Penantian

Pada akhirnya, setiap jemaah yang terjebak menyadari satu hal: keberangkatan adalah undangan Tuhan, namun kepulangan adalah kebijakan-Nya yang diperantarai oleh tangan-tangan manusia yang berwenang.

Langit Timur Tengah yang mencekam mungkin meninggalkan trauma, namun ia juga menyisakan cerita tentang betapa berharganya sebuah perlindungan.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari-16/17 : SUJUD DI BAWAH LANGIT YANG MEMBARA

Saat roda pesawat akhirnya menyentuh aspal landasan pacu di tanah air, ada napas lega yang tak terlukiskan.

Itu adalah akhir dari sebuah memoar tentang ketakutan dan awal dari kesyukuran yang baru—bahwa pulang, sesederhana apa pun itu, adalah sebuah kemewahan yang sering kali kita lupakan.(***)

Cinere, 7 Maret 2026
Pukul : 21. 20

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *