oleh

Pembicaraan Deadlock, Amerika Siap-Siap Serang Iran Dengan Kekuatan Terbesarnya

Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Amerika ajukan syarat untuk akhiri perang, tapi Iran menolak. Begitu juga sebaliknya. Keduanya punya kepentingan yang tidak bisa dipertemukan.

Amerika ingin mengendalikan geopolitik Timur Tengah. Menguasai dan mengontrol kebijakan negara-negara gurun. Sementara Iran ingin Amerika hengkang dan tidak intervensi negara-negara di Timur Tengah. Memberikan kemerdekan, kebebasan dan kemandirian negara-negara kawasan gurun ini, termasuk Iran.

Iran merasakan begitu berbahayanya kehadiran Amerika di Timur Tengah. Ini bentuk penjajahan modern yang sangat sistematis dan masif. Negara-negara Arab sadar bahwa apa yang dilakukan Amerika ini merupakan bentuk nyata dari kolonialisasi. Tapi, negara-negara gurun ini tidak bisa berbuat apa-apa. Para penguasa memilih untuk mengakomodir kepentingan Amerika dari pada mereka kehilangan kekuasaan yang puluhan tahun telah mereka jaga dalam sistem monarki. Mereka belajar dari kudeta Afghanistan, Irak, Mesir, bahkan Venezuela. Terakhir yang sedang digarap Amerika adalah Iran. Negara manapun yang membangkang akan dihabisi. Kecuali Rusia, China dan Korut karena terlalu kuat dan punya nuklir

Baca Juga  MAITARA: ANTARA IMAGINASI DAN REALITAS

Iran lain. 47 tahun diembargo, tetap eksis. Presidennya mati dan para elitnya dibunuh, tetap masih tegak. Bahkan ketika pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khameini dibantai bersama keluarganya, Iran masih bisa melawan.

Saat ini, Iran menolak untuk mengakhiri perang. “Anda yang memulai, jangan anda lari”, itu prinsip Iran. Jika harus diakhiri, Iran minta Amerika membebaskan semua negara teluk, khususnya Iran, dari intervensi dan penetrasi Amerika. “Pergi dari wilayah ini, tarik semua tentara dan peralatan perangnya, kita setara dan sama-sama berdiri sebagai negara yang berdaulat”. Inilah hal paling pokok dari lima syarat diakhirinya perang oleh Iran.

Baca Juga  Harga Mahal dan Panggung Pencitraan Kepala Daerah Menjelang Ramadhan

Semua syarat tak mungkin bisa dipenuhi oleh Amerika. Sambil mengulur waktu, lobi sana sini, kalkulasi risiko dan dampak, kendalikan negara-negara yang berpotensi membantu Iran, Amerika sedang mematangkan diri untuk melakukan penyerangan besar-besaran terhadap Iran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *