Bagi negara-negara teluk ini, bersama Amerika akan memberikan jaminan keberlangsungan kekuasaan mereka. Melawan Amerika sama saja menyerahkan leher kekuasaannya untuk “digorok”.
Sejatinya, negara-negara teluk ingin merdeka dari Amerika. Tapi, pilihan ini tak tersedia. Mereka harus realistis, bahkan pragmatis, bahwa hanya dengan mengakomodir kepentingan Amerika, kelanggengan kekuasaannya akan terus mendapat jaminan.
Perang Iran vs Amerika (Israel) akan panjang, seperti Amerika menghancurkan Iraq. Diprediksi butuh waktu paling sedikit 18 bulan.
Jika Iran tidak melunakkan negosiasinya atau tidak lebih dulu menghabisi kekuatan Israel dan juga kekuatan Amerika di Timur Tengah serta menyiapkan rudal berhulu ledak nuklir, maka Iran hanya menunggu waktu untuk menjadi Iraq kedua.
Iran besar kemungkinan akan tumbang. Luluh lantah seperti Iraq. Kali ini bukan hanya Amerika dan Israel yang menyerang Iran, tapi juga hampir semua negara teluk. Dalam hal ini, Amerika sangat piawai dalam mengkosolidasikan negara-negara menggunakan janji dan jalur ancaman.
Anggaran, Alutsista dan dukungan dari negara-negara lain terhadap Amerika jauh lebih besar dan melampaui kekuatan yang dimiliki oleh Iran. Iran itu macan gurun, tapi Amerika itu gagak besar yang bisa memangsa macan. Kecuali jika Iran punya rudal berhulu ledak nuklir. Gagak itu tak akan berani mendarat.
Bagaimana nasib dunia? Dunia akan krisis energi. Pada akhirnya akan merembet ke krisis moneter dan ekonomi. Saat petaka ini datang, maka ada sejumlah pemimpin negara yang bakal tumbang. Mereka ikut menjadi tumbal serangan Amerika ke Iran







Komentar