Amerika tak mau hilang muka. Tak akan bisa terima jika dianggap kalah. Kalah, maka Amerika akan kehilangan marwahnya, terutama di mata negara teluk dan Eropa.
Maka, Amerika ngotot mau habisi Iran. Amerika lakukan provokasi, baik kepada negara-negara teluk maupun NATO untuk turut serta kerahkan kekuatan militar ke wilayah Iran. Sayang, provokasi Amerika tidak mendapat respon. Terutama Perancis dan Spanyol dengan tegas menolaknya.
Satu-satunya jalan jika Amerika ingin habisi Iran, negara Trump ini harus turunkan pasukan darat dalam jumlah besar. Jika ini dilakukan, perang paling cepat akan selesai 18 bulan. Perang butuh biaya US $ 3 T. Ada sekitar 15.000 tentara yang kemungkinan akan jadi martirnya. Yang tidak kalah berisiko, Iran bisa putus kabel optik di bawah selat Hormuz. Jika ini dilakukan, dunia, terutama Eropa akan mengalami bencana. Dan opsi terakhir jika terdesak, Iran bisa tembakkan rudal dengan hulu ledak nuklir ke Israel. Ini akan jadi kiamat buat Israel.
Sungguh dilematis. Posisi Amerika betul-betul sulit. Menerima syarat Iran, Amerika kehilangan muka dan ini akan meruntuhkan kepercayaan dunia pada kekuatan Amerika. Hajar Iran, costnya terlalu besar dan bisa memicu perang nuklir. Inilah risiko ketika salah hitung dalam perang, gegabah dan meremehkan lawan.







Komentar