Tiga syarat yang tidak hanya sulit, tapi tak mungkin bisa dipenuhi oleh Amerika. Kecuali satu yaitu cabut embargo terhadap Iran. Ketika Amerika cabut embargo, ini menjadi deklarasi kepada dunia bahwa Amerika kalah dan berada dalam tekanan Iran.
Kenapa Iran punya nyali untuk terus perang? Pertama, serangan Amerika telah menodai marwah bangsa Persi, terutama ketika membunuh Ayatollah Ali Khumeini yang menjadi simbol negara dan spiritual warga Iran. Serangan mematikan ini telah membangkitkan emosi dan spirit perlawanan Iran. Kedua, Iran punya teknologi perang dan stock alutsista yang setidaknya sedikit bisa mengimbangi Amerika untuk memperpanjang durasi perang. Ketiga, Iran pegang kartu truf di selat Hormuz. Di selat ini ada dua jalur vital. Petama, minyak dan gas. 20 persen minyak dunia lewat selat ini. Juga 25 persen gas dunia. Kedua, kabel optik di bawah selat Hormuz.
Ketika jalur minyak ditutup, harga minyak melambung tinggi. Dari US$ 65-72 per barel jadi US$ 100-113 per barel. Dunia kebingungan, termasuk Amerika. Kurang dari dua minggu selat hormuz ditutup, Amerika melunak dan buka kran minyak dari Rusia. Saat ini, Amerika sedang mempertimbangkan untuk mencabut embargo terhadap Iran. Fakta ini menjadi tanda kekalahan awal bagi Amerika.
Bayangkan jika kabel optik diputus. Jalur data dunia, termasuk data finance akan terputus. Keadaan ini akan menambah kekacauan global. Krisis energi dan krisis data.







Komentar