Seirama, publik malut bahkan dari sumber yang nengaku pendukung sherly pun telah menuai kekecewaan mendalam terhadap Sherly dan menyatakan pindah pilihan di pilgub kelak.
“Wah, Ibu Gubernur ini baru satu tahun saja so begini rupa, kecewa suda. Tidak bisa dipercaya lagi,” ujar seorang ibu paruh baya yang mengaku sebagai pendukung Sherly-Sarbin. “Koar-koar paling pro rakyat dan taat aturan, padahal diam-diam gasak kekayaan alam rakyat Malut secara ilegal sampai didenda 500 miliar,” timpal warga lainnya dengan nada kecewa.
Vonis publik pun tak terelakkan. Sherly kini dicap sebagai “Gubernur yang tidak amanah terhadap amanat konstitusi dan rakyat Maluku Utara”. So ! Popularitasnya yang sempat melambung tinggi kini diperkirakan anjlok drastis, dan posisinya sebagai calon kuat di Pilgub 2029 mulai digeser oleh nama-nama baru yang dinilai lebih bersih dan kredibel.
AbduRahim Fabanyo, Ketua DPW Partai UMAT Provinsi Maluku Utara menilai Sherly kerap tidak konsisten antara komitmen dengan tindakan.
“ Di berapa kesempatan Sherly mengatakan bahwa dia tetap tunduk pada ketentuan yg berlaku, perusahaannya tetap berada pada ketentuan yg ada. Ternyata Sherly melakukan pembongan publik. Dengan adanya temuan oleh PHK kemudian di denda 500 milyar adalah suatu pelanggaran luar biasa terhadap UU yang berlaku, dengan demikian Sherly nyata nyata melanggar sumpah Gubernur sebagaimana bunyi sumpah Gubernur adalah menjalankan undang undang yang seluruh lurusnya. Pelanggaran terhadap undang undang maka sdh saat nya Sherly Tjoanda harus mengundurkan diri sebagai gubernur Maluku Utara.”Ujarnya tegas.
Alih-alih, figur muda menyeruak.Salah satu nama yang kini mencuat ke permukaan adalah Dr. H. M. Tauhid Soleman, Wali Kota Ternate. Nama orang nomor satu di kota ternate itu mencuat ke permukaan jagat politik karena dalan sebulan terakhir, Tauhid tampil sebagai figur yang berani menginterupsi kebijakan Sherly, terutama dalam hal koordinasi dan gagasan pembangunan daerah. Hal ini membuatnya dinilai sebagai antitesis dari Sherly Tjoanda.













Komentar