“Sebulan ini hanya Pak Tauhid yang berani tampil beda dan menyuarakan hal-hal yang tidak dilakukan Sherly. Itu yang membuat publik mulai meliriknya sebagai calon kuat pengganti Sherly,” ujar Abjan, seorang pengamat politik lokal.
Selain Tauhid, nama-nama lain seperti Dr. H. Muhammad Kasuba dan Sultan Tidore juga mulai diperbincangkan sebagai kandidat potensial di Pilgub mendatang.
Tauhid dinilai memiliki keunggulan dan mampu meraih simpati karena rekam jejaknya yang kuat dalam pemerintahan daerah serta pendekatannya yang dinamis terhadap pembangunan.
Dengan skandal yang terus bergulir dan tekanan publik yang semakin besar, masa depan politik Sherly Tjoanda kini berada di ujung tanduk. Sementara itu, panggung politik Maluku Utara mulai dipenuhi wajah-wajah baru yang siap merebut kepercayaan rakyat.
Apakah ini akhir dari era Sherly Tjoanda? Ataukah ia mampu bangkit dari badai skandal ini? Satu hal yang pasti, Pilgub Maluku Utara 2029 akan menjadi pertarungan paling panas dalam sejarah politik provinsi ini.***







Komentar