oleh

“TERKUAK” JA Diduga Dalangi Isu Makelar Proyek untuk Kepentingan Politik dan Jabatan

-POLITIK-373 Dilihat

Ternate, Maluku Utara – Dugaan konspirasi busuk dibalik isu dugaan praktik makelar proyek di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate kian menyengat. Isu yang semula hanya beredar di balik layar kini menyeruak ke permukaan, yang ironisnya menyeret nama-nama besar seperti Wali Kota Ternate dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate tanpa validasi yang kuat.

investigasi terbaru mengungkap bahwa isu ini merupakan konspirasi perang kepentingan Perebutan tahta di Perumda Ake Gaale yang tengah berlangsung proses seleksinya.Hal itu terbaca kuat dari dalang di balik pusaran isu ini diduga kuat adalah seorang kandidat Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Ternate berinisial JA.

Baca Juga  "BOCOR HALUS — Lawatan Dr. H.M. Tauhid ke Bumi Saruma: Bukan Kunjungan Biasa"

Menurut sumber terpercaya media ini, yang meminta identitasnya dirahasiakan, skandal ini bukan sekadar persoalan proyek, melainkan bagian dari konflik kepentingan yang lebih dalam: perebutan kursi panas Direktur Perumda Ake Gaale. JA disebut-sebut diduga memainkan strategi politik kotor untuk menjegal pesaingnya, HT, yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas Perumda.

“Ini bukan sekadar isu proyek. Ini konflik kekuasaan antara HT dan JA. Mereka sedang berebut tahta Direktur PDAM,” ungkap sumber tersebut dengan nada tegas.

Baca Juga  Sherly Tjoanda Terpeleset Di Lubang Galian Nickel – Nama Tauhid Soleman Mencuat Sebagai Suksesor

Lebih jauh, sumber ini menyebut bahwa JA sengaja menggulirkan isu makelar proyek dengan menyisipkan nama Wali Kota dan Sekda dalam narasi, guna menciptakan kesan keterlibatan langsung dua pejabat tertinggi di Pemkot Ternate. Tujuannya? Menjatuhkan kredibilitas HT yang diduga dekat dengan keduanya, sekaligus menggagalkan pencalonannya dalam seleksi jabatan strategis tersebut.

“Ini konspirasi politik yang sangat disesalkan. Nama Wali Kota dan Sekda sengaja dibawa-bawa untuk menciptakan konflik internal dan menggiring opini publik,” lanjutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *