TERNATE — Tokoh agama terutama ulama diminta menyikapi polemik umat seputar PT.Ormat Technologie Inc, yang mengelola proyek panas bumi atau Geothermal Talaga Rano, Jailola, Kebupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Kehadiran ulama sangat dibutuhkan ditengah umat yang tengah resah dan menolak kehadiran perusahan Yahudi AS yang disebut terafiliasi dengan sistem ekonomi Israel, negara yang menjajah, membantai dan melakukan genosida serta menolak kemerdekaan negara Palestina.
Demikian pandangan Muslim Arbi, pengamat politik nasional asal Maluku Utara kepada media ini.
“Ulama harus hadir memberikan sikap karena yang tengah bergejolak terkait sikap umat terhadap kehadiran investor Yahudi yang secara langsung terkait dengan Israel yang menjajah, membantai, melakukan genosida serta menolak kemerdekaan negara Palestina”ujar.
Menurutnya, diamnya ulama bakal semakin mendegradasi peran ulama sebagai pengayom umat .
Arus penolakan kehadiran PT.Ormat Geothermal Indonesia semakin masif.Berbagai elemen baik anggota DPD, LSM, Organisasi sosial, Mahasiswa, masyarakat adat, tokoh agama, cendikiawan telah menyatakan sikap penolakan terhadap kehadiran PT.Ormat sebagai pengelola panas bumi Talaga Rano, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Sebelumnya sejumlah elemen seperti JATAM, Malut Institute, FORNUSA, Masyarakat Adat Waiyoli, SEMAINDO, GCP, FORMAPAS, LMD, menyusul sejumlah tokoh diantaranya dai Dr.(Cand) Thariq Kasuba, Lc.MA, intelektual Muhammad Zulfikar Rakhmat dan Wishnu Try Utomo menyatakan penolakan atas kehadiran PT.Ormat itu.
Penolakan juga datang dari politisi nasional.Bahkan Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim menyatakan sikap tegasnya, menyesalkan pemberian konsesi proyek panas bumi Telaga Ranu, Halmahera, kepada PT Ormat Geothermal Indonesia pada tahun 2023.













Komentar