TERNATE — Alokasi Rp548 juta dari APBD Maluku Utara untuk kebutuhan kecantikan dan kesehatan Gubernur Sherly Tjoanda kini jadi sorotan luas aktivis antikorupsi nasional. Kebijakan yang tercantum dalam anggaran Biro Umum Setda Malut itu dinilai mencederai rasa keadilan di tengah pelayanan kesehatan warga pelosok yang masih minim.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, menyebut pengeluaran tersebut berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat dan kebutuhan pembangunan daerah yang mendesak.
Rp4 Juta per Bulan untuk Tata Rias, Rp41,6 Juta untuk Medical Check-up
Berdasarkan rincian anggaran, Pemprov Malut mengalokasikan Rp48 juta khusus untuk tata rias gubernur. Jika dihitung bulanan, dana APBD itu setara Rp4 juta per bulan untuk menunjang penampilan kepala daerah.
“Bukan cuma wajah yang bersinar, mungkin sampai bayangannya pun terlihat cantik di layar ponsel berkat polesan APBD,” sindir Uchok Sky Khadafi.









Komentar