Pungutan pajak mendahului tenggatnya demi kebutuhan darurat pemerintah akan melemahkan kapasitas perusahaan, menghambat penyerapan tenaga kerja, dan, secara paradoks, semkain memperkecil penerimaan dari pajak. Purbaya lebih sering beretorika ketimbang mengatasi masalah ekonomi yang berat.
Ah, sudahlah. Percuma kita berharap pada rezim bebek lumpuh. Tiap hari kita berharap, tiap hari juga kita kecewa. Tiap hari Prabowo mencoba meyakinkan kita bahwa pemerintah banyak duit, Indonesia kuat, pertumbuhan ekonomi akan mencapai 8%, dan kita akan menjadi negara maju, hanya meneguhkan keyakinan kita bahwa ini pemerintahan omon-omon. Semuanya jauh panggang dari api.
Yang saya khawatirkan, keresahan sosial yang diabaikan pemerintah akan menjadi bom waktu. Akumulasi masalah petaka Sumatera, kedaulatan tergadaikan, kekeringan anggaran, tekanan AS, manuver Geng Solo, pembangkangan Gubernur Aceh terhadap kebijakan pemerintah menolak bantuan asing, dan kecerobohan Cina dalam menilai Indonesia, dapat melahirkan fenomena Nepal.
Tangsel, 17 Desember 2025









Komentar