oleh

CATATAN PIMRED : Resmikan Gereja GMIH O’Silo dan Natal Bersama “Diplomasi Natal di Ujung Timur: Strategi Bupati Rusli — Rio Satukan Morotai

-HEADLINE-651 Dilihat

Pulau Morotai, Maluku Utara** – Di tengah semarak perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, Kabupaten Pulau Morotai menyuguhkan lebih dari sekadar pesta kembang api dan ibadah syukur. Di bawah kepemimpinan Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane, momentum akhir tahun ini menjadi panggung diplomasi yang menyentuh hati dan menyatukan perbedaan.

Dalam suasana yang penuh sukacita dan damai, Rabu (31/12/2025), Bupati Rusli Sibua meresmikan Gereja GMIH O’Silo Loumadoro di Desa Loumadoro, Kecamatan Pulau Rao. Peristiwa ini bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi juga simbol kuat dari komitmen pemerintah daerah dalam merawat pluralisme dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Baca Juga  Gub Sherly Lempar Tuntutan Terhadap PT.Ormat Ke Pusat, Muslim Arbi Kecam

Dari Politik ke Spiritualitas: Transisi yang Menyatukan

Kabupaten Pulau Morotai tengah memasuki babak baru dalam sejarah politiknya. Terpilihnya pasangan Rusli Sibua dan Rio Pawane sebagai Bupati dan Wakil Bupati membawa harapan baru. Kombinasi antara pengalaman birokrasi dan semangat kewirausahaan menjanjikan tata kelola pemerintahan yang dinamis dan inklusif.

Namun, lebih dari sekadar pembangunan fisik dan ekonomi, pasangan ini menyadari bahwa fondasi utama dari kemajuan adalah stabilitas sosial dan spiritual. Dalam konteks Morotai yang plural, dengan komposisi umat Islam dan Kristen yang hampir seimbang, pendekatan yang adil dan menyatukan menjadi kunci.

Baca Juga  LAGI ! PT.ORMAT DITOLAK, PRESIDEN PRABOWO DIMINTA BIJAK

Gereja Baru, Harapan Baru

Peresmian Gereja GMIH O’Silo Loumadoro menjadi simbol nyata dari pendekatan tersebut. Di hadapan para jemaat, tokoh agama, dan pejabat daerah, Bupati Rusli menyampaikan pesan yang menyentuh: “Pembangunan rumah ibadah bukan hanya pembangunan fisik semata. Ini adalah wujud nyata dari iman, persatuan, dan kebersamaan.”

Ia menegaskan bahwa gereja ini diharapkan menjadi pusat pembinaan iman, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai kasih, toleransi, serta kedamaian. “Masyarakat yang beriman, rukun, dan saling menghormati akan menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan di berbagai bidang,” ujarnya.

Baca Juga  Malut Institute Tolak Perusahan Zionis Yahudi Ini Kelola Panas Bumi Talaga Rano Hal-Bar

Diplomasi Natal : Strategi Sosial yang Visioner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *