oleh

Utamakan Pelisir Sambil Ber TikTok di Pekanbaru, Gubernur Sherly Dikecam Absen di Paripurna Strategis APBD

-HEADLINE-1137 Dilihat

Ia menambahkan, penurunan signifikan Dana Transfer Keuangan Daerah dari Rp2,33 triliun (2025) menjadi Rp1,63 triliun (2026) menjadi ancaman serius bagi pembiayaan program prioritas dan layanan dasar di Malut.

Catatan Tajam PDI-P: Pertumbuhan Tak Sejalan dengan Kesejahteraan

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan memberikan catatan khusus terhadap tingginya angka kemiskinan yang masih membayangi, meskipun pertumbuhan ekonomi Maluku Utara termasuk yang tertinggi secara nasional. Fraksi menilai pertumbuhan tersebut bersifat eksklusif dan belum berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Legislator PKS di Komisi XII Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pemenang Lelang Proyek Geothermal Talaga Rano, Hal- Bar.

Publik Menuntut Keteladanan

Said lebih jauh berpandangan bahwa Video TikTok Sherly Tjoanda yang viral di tengah polemik ini menjadi simbol jarak antara elit daerah dan realitas rakyat. Di saat parlemen mengkritisi menurunnya PAD, lemahnya kinerja anggaran, dan kontraksi fiskal, pemimpin tertinggi daerah justru memilih “nongol” di layar media sosial dengan aktivitas yang dinilai jauh dari kepentingan mendesak.

Baca Juga  SIGAP! Sekda Rizal Marsaoly Gerak Cepat Bentuk Posko Gempa 7,6 SR di Ternate

Sementara Rahwan K.Suamba, Kepala Biro Adimistrasi Pimpinan yang juga juru bicara Pemprov Maluku Utara bumkam saat dikomfirmasi media ini.Pesan Komfirmasi melalui nomor whatsaap nya tertanda sua contreng biru namun tidak ditanggapi.

Publik kini menanti klarifikasi resmi dari Gubernur Sherly Tjoanda atas absennya di forum yang krusial. Namun lebih dari itu, masyarakat Maluku Utara menuntut keteladanan dan kehadiran nyata dalam pengambilan keputusan penting bukan sekadar kehadiran digital di media sosial.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *