Anggaran Rp 23,4 miliar ini seharusnya bisa digunakan untuk:
Pendidikan gratis bagi 3.000 siswa miskin SMA/SMK selama setahun
Gizi balita dan pencegahan stunting untuk 11.700 anak
Subsidi BBM untuk 3.900 kapal nelayan kecil
35 unit perahu Puskesmas keliling pulau
“Setiap hari, Rp 39 juta hanya untuk meja makan pemimpin, sementara di pulau seberang, ada anak sekolah yang sarapan dengan teh tanpa gula. Mungkin di Maluku Utara, rumah pejabat lebih suci daripada rumah rakyat yang mereka janjikan untuk lindungi,” pungkas Said Alkatiri.
Penutup: Saatnya DPRD Bertindak
Ketika RAPBD 2026 masuk meja DPRD, rakyat berharap bukan hanya para legislator menanyakan item demi item, tapi juga menguji moralitas anggaran ini. Apakah kita sedang membiayai pelayanan publik atau mempertahankan istana pribadi?
“Transparansi itu penting, tapi keberpihakan jauh lebih penting. Anggaran bukan sekadar angka, tapi cermin empati negara kepada rakyatnya,” tutup Hardisyamsi.








Komentar