—
Prestasi Tak Turun dari Langit, Tapi Bisa Diantar dengan Doa
Mari realistis. Dalam olahraga modern, uang adalah oksigen prestasi. Tak ada latihan tanpa fasilitas, tak ada kompetisi tanpa transportasi, dan tak ada medali tanpa anggaran.
Tapi jangan salah, di negeri yang masih percaya pada kekuatan spiritual, uang saja juga tak cukup. Kita butuh doa restu. Siapa tahu, lewat tangan seorang Kiyai, prestasi bisa turun seperti hujan rahmat. Mungkin ini era baru olahraga, selain pelatih fisik dan psikolog, atlet kini juga punya pembimbing rohani KONI.
Kalau nanti atlet Maluku Utara menang di PON, mungkin mereka tak akan berteriak “Yes!” tapi “Masya Allah!”
—
Politik di Lapangan Hijau
Namun, di balik semua tawa dan doa, ada ironi yang tak bisa disembunyikan.Olahraga kita seringkali lebih sibuk mengatur kursi ketua ketimbang kursi pelatih. Kita membicarakan siapa yang memimpin, bukan bagaimana atlet berlatih. Dan kini, seorang Wagub duduk di pucuk KONI, sebuah posisi yang di mata publik selalu punya potensi tarik-menarik antara politik dan prestasi.
Apakah olahraga Maluku Utara akan makin maju? Atau justru makin religius dalam berdoa dan sabar menunggu anggaran cair?














Komentar