JAKARTA—AbduRahim Fabanyo, Direktur Malut Institut mendesak 7 perusahan tambang nickel yang beroperasi di Pulau Gebe, kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku utara segera hengkang dari pulau kecil itu.Tuntutan itu seirama dengan desakan kepada pemerintahan Prabowo Subianto segera mencabut IUP Tambang 7 perusahan yang beroperasi di pulau yang terletak di perbatasan laut dengan Provinsi Papua Barat tersebut.
“Kita minta mereka (7 perusahan) segera angkat kaki dari pulau Gebe”ujar dia tegas.
Malut Institut merilis, terdapat 7 IUP nikel yang beroperasi di pulau Gebe yakni:
“PT Bartra Putra Mulia adalah perusahaan penambang nikel yang izinnya diterbitkan oleh Bupati Halmahera Tengah Al Yasin Ali melalui SK nomor: 540/KEP/42/2013 dengan luas konsesi 1.850 hektare. Masa izin waktu operasi perusahaan terhitung sejak 2013 sampai 2032.
PT Anugrah Sukses Mining adalah perusahaan penambang nikel yang izinnya diterbitkan Bupati Halmahera Tengah Al Yasin Ali melalui SK nomor: 540/KEP/315/2013 dengan luas konsesi 503 ha. Masa izin waktu operasi terhitung sejak 2013 sampai 2033.
PT Lopoly Mining Cdx adalah perusahaan penambang nikel yang izinnya diterbitkan Bupati Halmahera Tengah Al Yasin Ali melalui SK nomor: 540/KEP/3366.A/2013 dengan konsesi 47,40 ha. Masa izin waktu operasi terhitung sejak 2013 sampai 2033.
PT Karya Wijaya adalah perusahaan penambang nikel yang izinnya diterbitkan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba melalui SK nomor: 502/34/DPMPTSP/XII/2020 dengan konsesi 500 ha. Masa izin waktu operasi terhitung sejak 2020 sampai 2040.












Komentar