oleh

Dr.H.Muhammad Kasuba dan Kepemimpinan Profetik

-HEADLINE, OPINI, POLITIK-3137 Dilihat

IMG_5441
Kepemimpinan profetik atau kepemimpinan kenabian telah menjadi diskursus kepemimpinan demokrasi modern.Karakternya yang khas beririsan dengan kepemimpinan  demokratis yang pro rakya (amanah), jujur(siddik), cerdas dan profesional (fatonah) serta transparan (tabliq) menjadi pilihan dan role model kepemimpinan ditengah kegagalan model kepemimpinan modern yang cenderung materialis liberal-kapitalistik.

Pemimpin profetik umumnya cenderung ditandai oleh kualitas spiritual individu yakni sosok yang bertaqwa yang linear dengan kesalehan sosial atau kepedulian pada kehidupan rakyat.

Baca Juga  Ekonom Pertanyakan Era Gub Sherly: Penduduk Miskin Malut 2025-2026 Naik 3 Ribuan, Ada yang Keliru dengan Kebijakan?

Para pakar mendefinisikan beragam pengertian kepemimpinan profetik.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menjelaskan empat karakter kepemimpinan profetik atau kenabian.

Muhadjir menyebut bahwa kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang menerapkan karakter kepemimpinan rasul atau para nabi terutama kepemimpinan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.

“Kepemimpinan profetik meneladani empat sifat wajib karakter utama Rasul yakni sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah,” terang Muhadjir.

Baca Juga  Ngebut Rehab Rumdis Rp8,8 M Pakai Skema Bermasalah, Tapi Gubernur Masih Nongkrong di Hotel: Ada Apa?, MA : BPK, KPK, KEJAGUNG Siaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *