JAKARTA – PIKIRAN UMMAT||Komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi beras rakyat bukan sekadar jargon. Buktinya, hari ini, Menteri Pertanian merangkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengambil langkah super tegas: *mencopot 8 pejabat di lingkungan Perum Bulog dan Bapanas.*
Keputusan berdarah itu diambil setelah terbongkarnya skandal memalukan: dugaan pengoplosan beras subsidi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium di Jakarta.
“Hari ini di lingkungan Bulog dan Bapanas ada 10 orang yang kami tindak. Dua orang diberikan surat peringatan, sedangkan delapan orang langsung kita copot,” tegas Amran dengan nada tinggi dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Langkah ini, kata Amran, adalah bentuk pertanggungjawaban pimpinan dan cerminan langsung arahan Presiden Prabowo: jangan main-main dengan pangan rakyat.
Modus Licik: Beli Resmi, Bongkar, Oplos, Jual Majal
Amran membongkar modus culas para mafia beras yang bikin rakyat menjerit. Pelaku ternyata membeli beras SPHP melalui mekanisme resmi Perum Bulog via aplikasi Klik SPHP.
Setelah beras subsidi itu keluar dari gudang, kemasan resmi SPHP dibongkar, dimasukkan ke karung besar, lalu disulap.









Komentar