Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Selasa pagi (28/7) saya On Air Radio Dakta, dan Rabu paginya (29/7) saya On Air Radio Rasil. Saya katakan di dalam wawancara bahwa SMRC hanya ungkap tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo. Angkanya 51 persen. Jauh menurun dibandingkan nopember 2025 di angka 80-an persen dan maret 2025 di angka 70-an persen. Kalau SMRC publish tingkat elektabilitas Prabowo, ini akan jadi sesuatu dan berpotensi membuat goncangan.
Rabu malam (29/7) ternyata SMRC mempublish hasil risetnya terkait elektabilitas Prabowo. Tidak hanya SMRC, tapi juga Indikator. Hasilnya mirip bahwa elktabilitas Prabowo jauh tertinggal dari gubernur Jawa Barat bernama Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi kader Gerindra.
Sebelum mengulas apa dampak politik dari hasil survei ini, satu pertanyaan penting: “siapa di balik SMRC dan Indikator”. Orang awam seringkali bertanya siapa yang membiayai kedua lembaga survei ini?
Siapapun yang di belakang dan membiayai kedua lembaga survei itu, sama sekali tidak akan mengurangi validitas dan obyektiifitas hasilnya. Pertanyaan di atas penting diajukan untuk membaca sekenario apa yang sedang dimainkan dan kemana arah serta tergetnya. Pertanyaan ini merupakan upaya menelusuri strategi politik yang sedang digodok di panggung belakang.









Komentar