oleh

Prabowo Dalam Ancaman Besar


Pertama, ganti sejumlah orang di struktur kekuasan dengan SDM yang lebih profesional. Tidak hanya di jajaran kementerian, tapi juga di sejumlah lembaga dan BUMN. Ini dalam rangka mengembalikan trust publik. Termasuk mengganti Kapolri dan Panglima TNI yang sudah terlalu lama menjabat, agar terjadi penyegaran di dua instutusi ini.

Kedua, ajak gabung kekuatan-kekuatan politik yang selama ini masih berada di luar koalisi. Ada dua kekuatan signifikan di luar istana yaitu PDIP sebagai partai pemenang dan Anies Baswedan. Berikan 3-5 menteri buat PDIP. Karena PDIP tidak mau bergabung jika ada orang-orang Jokowi di istana, maka tak ada pilihan lain kecuali mengganti orang-orang Jokowi dengan PDIP. Ini pilihan sulit yang tentu masing-masing punya konsekuensinya.

Baca Juga  Catatan Om Pala : Presiden, Konstitusi, Nusantara Satu Harga, dan KMP

Jika Anies Baswedan dijadikan mensesneg atau seskab misalnya, keadaan Prabowo ada kemungkinan bisa berubah. Anies, selain punya pendukung dalam jumlah besar dan cukup militan, secara skill bisa ditugaskan untuk mengorkestrasi kementerian dan lembaga negara agar bisa biekerja lebih profesional. Tentu, tidak mudah menggandeng Anies Baswedan. Belum tentu Anies sendiri mau, juga pasti penolakan di internal istana juga tidak kecil.

Baca Juga  Mari Menikmati Piala Dunia Tanpa Terjerumus Judi

Seorang pemimpin akan selalu dihadapkan pada tantangan. Tantangan yang berat adalah ketika menghadapi dilema. Jika dilema terus dibiarkan, maka seorang pemimpin lambat laun akan melemah dan pada akhirnya tumbang. Apakah Prabowo akan tegas bersikap terhadap dilema-dilema itu? Terutama dilema dalam menghadapi Geng Solo.

Jakarta, 30 Juli 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *