oleh

PROFIL LENGKAP: Mengenal Dekat Bang Haji Oma Irama – Ensiklopedia Hidup Raja Dangdut Indonesia

-Jakarta-341 Dilihat

 

JAKARTA –  Menulis nama Rhoma Irama sama dengan menulis sejarah musik Indonesia itu sendiri. Pria bernama lengkap *Raden Haji Oma Irama* lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946, sebagai putra kedua dari pasangan Raden Burdah Anggawirjaya – seorang pejuang kemerdekaan RI yang melawan Belanda di Tasikmalaya – dan Tuty Djuariah.

Ia lahir dari keluarga besar dengan 14 saudara: 8 saudara kandung, 4 saudara seibu, dan 2 saudara tiri. Sejak kecil, bakatnya sudah tak terbendung. Duduk di bangku kelas 2 SD, ia sudah bisa membawakan lagu Barat, India, dan sering mendengarkan lagu Timur Tengah. Ia tidak pernah takut maju ke depan menunjukkan bakat. Cita-citanya dulu justru ingin menjadi hakim, namun takdir membawanya menjadi hakim selera musik jutaan orang Indonesia. Ia bahkan pernah tak naik kelas karena sering absen sekolah demi musik.

Baca Juga  SENTRAL KOALISI ANTI KORUPSI (SKAK) Desak KPK Usut Peran Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

AWAL KARIR: DARI GAYHAND HINGGA ORKES MELAYU

Karir profesionalnya dimulai 1963 dengan membentuk band Gayhand. Setelah itu ia menjelajahi dunia Orkes Melayu (OM): *OM Candra Leka, El Sitara, hingga Purnama*. Lewat OM Purnama, ia menciptakan duet legendaris dengan Elvy Sukaesih dalam album “Pasar Minggu”. Di awal karirnya, ia juga sempat menjajal genre pop.

Dunia film pun ia jajaki. Ia pertama kali menjadi pemeran pembantu di film “Madju Tak Gentar” dan “Langkah-Langkah di Persimpangan” (1965)*.

Baca Juga  RESMI! Reshuffle Kabinet Merah Putih: Ada Putra Malut Jadi Wamentan, Suyudi Kapolri Baru

LAHIRNYA SONETA GROUP: VOICE OF MOSLEM

Tonggak sejarah terjadi pada 1970: Rhoma mendirikan Soneta Group. Nama Soneta sendiri diambil dari nama puisi Italia kuno yang terdiri dari 14 baris.

Lewat Soneta, Rhoma memadukan musik pop, rock, melayu, dan dangdut. Sejak 1973, Soneta mengusung semboyan abadi: Voice of Moslem. Album pertama *”Soneta Volume 1 – Begadang” dirilis 1973.

Pada 1975, Elvy Sukaesih yang selama ini menjadi penyanyi pendamping hengkang, digantikan oleh Rita Sugiarto. Tiga anggota lain juga ikut hengkang, namun Soneta tetap eksis.

Baca Juga  PB-FORMMALUT Soroti Paradoks Nikel: Pertumbuhan Tinggi, Keadilan Fiskal Pusat-Daerah Dipertanyakan

Pada 1984, Rhoma dan Soneta mendirikan Soneta Records. Setelah rehat panjang 6 tahun, mereka kembali dengan album hits ‘Soneta Volume 14 – Judi’ hingga ‘Soneta Volume 15 – Gali Lobang Tutup Lobang’.

Soneta melebarkan sayap hingga Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam. Bahkan sebuah fakta yang mengejutkan : Mereka pernah ditawari tur bersama The Rolling Stones.

“Dia (manajer Rolling Stones) bilang ‘Kita mau mengadakan Giant Road Tour antara Soneta sama Rolling Stones, Rhoma-Mick Jagger’. Tahunnya saya lupa antara tahun 82 atau 83-an,” beber Rhoma di Tonight Show.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *