Tiga Agenda Mendesak untuk Menyembuhkan Luka
Luka seng badarah tidak bisa disembuhkan dengan sembako saja. Dibutuhkan operasi besar.
Pertama, Pemprov harus segera menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Perkebunan di Pulau Taliabu. Ini bukan karhutla biasa. Ini bencana ekonomi. Dengan status darurat, BTT (Belanja Tidak Terduga) bisa dibuka, dan bantuan bisa masuk tanpa birokrasi berbelit.
Kedua, Pemulihan ekonomi, bukan karitas. Petani tidak butuh bantuan beras untuk seminggu. Mereka butuh _cash transfer_ untuk bertahan hidup 6 bulan ke depan, bibit cengkeh unggul gratis, pupuk, dan jaminan bahwa anak-anak mereka tetap bisa sekolah lewat beasiswa darurat.
Ketiga, Negara harus hadir secara fisik. Gubernur Sherly harus datang ke 5 desa itu. Duduk di tikar bersama petani, mendengar tangisan mereka. Kehadiran adalah obat pertama bagi luka seng badarah. Sebelum uang, yang dibutuhkan warga adalah pengakuan bahwa negara masih ada untuk mereka.
Jika tidak, luka ini akan menjadi dendam sosial. Dendam bahwa negara hanya hadir saat butuh suara, tapi hilang saat rakyatnya kehilangan kehidupan.
Cengkeh yang terbakar bisa ditanam kembali. Tapi kepercayaan yang terbakar, akan jauh lebih sulit ditumbuhkan.
Semoga luka seng badarah di Taliabu segera mendapat obatnya.















Komentar