Langkah revolusioner yang harus diambil adalah:
1. Nasionalisasi Sejati dan Hilirisasi Total.
Stop ekspor bahan mentah. Kuasai seluruh rantai pasok tambang dan SDA dari hulu ke hilir melalui BUMN/BUMD yang profesional dan bersih. Jangan lagi serahkan epicentrum ekonomi negara kepada swasta.
2. Jadikan SDA sebagai Pendapatan Negara Utama.
Jika seluruh tambang, energi, dan sumber daya alam dikelola negara secara benar, jujur, dan tanpa korupsi, potensinya bisa mencapai ribuan triliun rupiah per tahun. Cukup untuk membiayai APBN tanpa perlu memajaki rakyat secara brutal.
3. Hapus Pajak yang Mencekik Rakyat Kecil.
Pajak ke rakyat harus dihapus atau minimal direformasi total. Hapus PPN untuk sembako, pendidikan, dan kesehatan. Hapus pajak progresif yang tidak adil bagi UMKM. Pajak hanya boleh dikenakan kepada korporasi raksasa dan individu super kaya, bukan kepada rakyat jelata.
Dengan model ini, negara hadir sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai pemalak rakyat. Negara mendapatkan uang bukan dari keringat rakyat, tetapi dari kekayaan alam yang memang dititipkan Tuhan untuk rakyat.
Sudah 80 tahun kita salah jalan. Kita membangun negara dengan memeras rakyat, bukan dengan mengelola kekayaan negara.
Kini saatnya kita kembali ke UUD 1945. Kembalikan tambang kepada negara. Kembalikan kekayaan alam kepada rakyat. Dan bebaskan rakyat dari belenggu pajak yang selama ini menjadi beban.
Itulah esensi kemerdekaan ekonomi yang sesungguhnya.***













Komentar