Pengalaman di lingkungan birokrasi dan jejaring nasional dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan tersebut. Namun, kemampuan mengelola berbagai situasi tetap bergantung pada kepemimpinan masing-masing penjabat. “Semuanya kemudian akan berpulang kepada satu hal, yaitu leadership,” katanya.
Bima menilai buku ini memiliki nilai penting sebagai bahan pembelajaran kepemimpinan. “Saya pribadi melihat buku ini sebagai satu sumber yang sangat berharga tentang kajian kepemimpinan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kemendagri sekaligus Ketua Tim Penyusunan Studi Ahmad Fajri menjelaskan, studi ini menghimpun pengalaman, strategi, dan inovasi para penjabat kepala daerah dari Kemendagri selama masa penugasan. Pemilihan kasus mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain sektor layanan dasar, keterwakilan perempuan dan wilayah otonomi khusus, hasil evaluasi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri, serta rekam jejak narasumber.
“Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kepala daerah terpilih maupun Pj. (penjabat) kepala daerah pada masa mendatang dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah,” kata Fajri.















Komentar