Kun Wardana, pakar telematika dan teknologi, menambahkan bahwa AI Pancasila harus dikembangkan secara open-source dan kolaboratif melibatkan kampus, pengusaha muda, dan pemerintah. AI harus membumi dan bisa diakses oleh warung, nelayan, dan petani.
Edrida Pulungan, tokoh penggerak AI nasional, menegaskan bahwa Lembaga Badan AI yang digagas KAPMI akan menjadi wadah orkestrasi ekosistem AI. Mulai dari regulasi, sertifikasi, pelatihan 1 Juta Melek AI, hingga inkubasi startup AI lokal berkarakter Pancasila.
Dengan hadirnya AI Pancasila dan Badan AI ini, KAPMI menargetkan Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui teknologi, tetapi juga memastikan transformasi digital Indonesia tetap berakar pada jati diri bangsa, berdaulat, dan berkeadilan untuk seluruh rakyat Indonesia.











Komentar