Konsep AI Pancasila yang diperkenalkan KAPMI adalah kecerdasan buatan yang dibangun dengan nilai-nilai Pancasila. AI yang berketuhanan, berkemanusiaan, mempersatukan, bermusyawarah, dan berkeadilan sosial. Bukan AI yang liberal, individualistis, dan berpotensi merusak moral bangsa.
Ketua Umum BPP KAPMI Muliansyah Abdurrahman menegaskan, AI Pancasila adalah jawaban atas kekhawatiran dominasi AI asing yang tidak sesuai dengan karakter Indonesia. AI harus menjadi alat untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat UMKM, bukan untuk memecah belah.
“Selama ini kita pakai AI buatan luar yang algoritmanya tidak kita kendalikan. Saatnya Indonesia punya AI Pancasila. AI yang sopan, beradab, gotong royong, dan berpihak pada kepentingan nasional,” tegas Ketum Muliansyah.
Sementara itu, Fachrul Razi menekankan pentingnya kedaulatan data dan kedaulatan algoritma. Ia menilai tanpa Badan AI Nasional, Indonesia akan terus menjadi objek dan korban disrupsi teknologi global. Negara harus hadir mengatur dan mengarahkan.









Komentar