Deli Serdang,–Menolong sesama manusia seharusnya menjadi perbuatan mulia, bukan justru berujung pada ancaman kehilangan nyawa. Namun, peristiwa memilukan yang menimpa seorang warga berinisial AS kini menyisakan luka mendalam sekaligus pertanyaan besar tentang rasa aman dan penegakan hukum.
AS, yang disebut merupakan kerabat almarhum Doni Pacek, diduga menjadi korban penyerangan brutal setelah berupaya menolong Doni Pacek yang sebelumnya mengalami penembakan dan membawanya ke Rumah Sakit Mitra Sehat.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga, AS diduga diserang ketika hendak meninggalkan rumah sakit. Dalam peristiwa tersebut, AS dilaporkan mengalami luka tembak dengan tujuh proyektil yang disebut bersarang di tubuhnya, serta luka akibat senjata tajam.
Tujuh peluru dan luka bacokan bukan perkara sepele. Ini adalah peristiwa serius yang harus diusut secara menyeluruh, profesional, dan transparan.
KELUARGA KORBAN MENUNTUT KEADILAN
Pihak keluarga AS, melalui istrinya yang berinisial IS, telah melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Utara. Dalam laporan itu, keluarga menduga adanya tindak pidana serius, termasuk dugaan pembunuhan berencana. Dugaan tersebut harus diuji melalui penyelidikan dan penyidikan berdasarkan bukti-bukti yang sah.
Keluarga mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa AS. Niat untuk membantu seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan medis semestinya tidak berakhir dengan penderitaan dan ancaman terhadap keselamatan jiwa.












Komentar