Ini bukan peristiwa biasa. Ini adalah sejarah baru bagi Maluku Utara.
Selama puluhan tahun, Maluku Utara hanya dikenal sebagai daerah penghasil. Emasnya dikeruk, nikelnya diangkut berton-ton ke luar negeri, tapi putra-putranya tidak pernah diberi ruang di meja pengambilan keputusan nasional. Kita menjadi kaya di atas kertas, tapi miskin dalam kekuasaan.
Pelantikan dua tokoh ini adalah bentuk penghargaan tertinggi Presiden Prabowo kepada Maluku Utara. Ini adalah pengakuan.
Presiden Prabowo mungkin tahu dan sangat paham sumbangsih Maluku Utara. Baik dalam perjuangan kemerdekaan, di mana Sultan-sultan di Maluku Utara adalah benteng kedaulatan jauh sebelum Indonesia merdeka, maupun sumbangsih kekayaan alamnya hari ini. Emas, nikel, dan sumber daya strategis lainnya yang menjadi tulang punggung devisa negara, semua berasal dari tanah Kie Raha.
Presiden Prabowo memahami suasana kebatinan rakyat Maluku Utara akhir-akhir ini. Suasana batin yang merasa dilupakan, bahkan dihempaskan dari gerbong perkembangan bangsa. Kekecewaan yang begitu dalam sampai melahirkan tuntutan ekstrim berupa wacana negara federal. Itu adalah jeritan rakyat yang merasa tidak dianggap sebagai bagian dari Indonesia.
Maka, dengan mengangkat Letjen Saleh Mustafa dan Dr. Margarito Kamis, Prabowo menjawab jeritan itu dengan tindakan, bukan dengan kata-kata.
Pesan Prabowo jelas: *Maluku Utara tidak dilupakan. Maluku Utara adalah Indonesia, dan Indonesia adalah Maluku Utara.*
Jika Saleh Mustafa di Pertanian, maka itu adalah jaminan bahwa ketahanan pangan dan keadilan agraria untuk petani-petani di pulau-pulau kecil Maluku Utara akan diperhatikan. Jika Margarito Kamis di Wantimpres, maka itu adalah jaminan bahwa suara hukum, suara keadilan, dan suara konstitusi dari timur Indonesia akan didengar langsung oleh Presiden.
Inilah makna Satu Matahari itu. Matahari yang menyinari semua wilayah secara adil, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Tidak ada lagi anak tiri, tidak ada lagi anak emas. Semua mendapat tempat yang sama di bawah sinar matahari Prabowo.
Terima kasih Presiden Prabowo. Maluku Utara mencatat ini sebagai sejarah.









Komentar