_Namun harapan indah itu seolah sirna seketika, ketika pekikan hidup Jokowi yang keluar dari mulut Presiden Prabowo. Di tengah arus tuntutan yang masif adili Jokowi dan keluarganya serta kroni-kroninya, Prabowo justru berteriak lantang Hidup Jokowi! Prabowo lebih memilih ber-CLBK dengan Jokowi ketimbang bersama amanat penderitaan rakyatnya.”_
Demikian pandangan saya saat itu yang kecewa dengan sikap Pak Prabowo yang menciptakan matahari kembar dalam kekuasaannya.
*Tetapi reshuffle kemarin, hemat saya telah memberikan makna baru: Prabowo adalah Matahari Tunggal dalam kekuasaan Indonesia.*
Tentu secara presidensial kita apresiasi karena Prabowo telah berkuasa seutuhnya sekalipun tetap mengedepankan kebijaksanaan sebagai sosok pemimpin yang tidak lupa kacang akan kulitnya.
Pengangkatan Kapolri baru menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dibaca publik sebagai kode keras bahwa Presiden Prabowo adalah Presiden yang benar-benar berkuasa. Tidak ada lagi bayang-bayang, tidak ada lagi titipan. Semua menteri, semua aparat, hanya bertanggung jawab kepada satu komando: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Makna Keadilan Wilayah Bagi Maluku Utara.
Reshuffle ini bukan hanya soal Jakarta. Ini soal pesan ke seluruh daerah: Bahwa negara kini punya Presiden yang benar-benar Presiden.
Makna Keadilan Wilayah Itu Bernama Saleh Mustafa dan Margarito Kamis
Dan makna paling nyata dari keadilan wilayah bagi Maluku Utara adalah dilantiknya dua putra terbaik asal Maluku Utara dalam Kabinet Presiden Prabowo.
Baru dalam sejarah Republik Indonesia, dua putra terbaik asal Maluku Utara dilantik sekaligus mengisi kabinet Presiden yang berkuasa penuh:
1. Letjen Purn. Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian.
2. Dr. Margarito Kamis, pakar hukum tata negara terkemuka sebagai Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden).









Komentar