oleh

Muslim Arbi: Haji Isam Potensial Beli BCA, Kekayaan dan Jaringan Bisnis Jadi Modal Besar

-Jakarta-116 Dilihat

Meski demikian, kapitalisasi pasar tidak serta-merta sama dengan harga akuisisi. Dalam transaksi pengambilalihan, nilai yang harus dibayarkan dapat dipengaruhi oleh porsi saham yang dibeli, harga penawaran, premi pengendalian, serta persyaratan transaksi lainnya.

Dalam pandangan Muslim, besarnya nilai BCA memang menjadi tantangan tersendiri, tetapi tidak serta-merta menutup kemungkinan terjadinya transaksi apabila terdapat kesiapan finansial dan struktur pembiayaan yang memadai.

“Yang harus dilihat bukan hanya berapa besar uang yang dimiliki seseorang hari ini, tetapi juga bagaimana kapasitasnya mengorganisasi modal, membangun kemitraan, dan menyusun transaksi. Dalam dunia bisnis, akuisisi perusahaan besar bisa melibatkan banyak instrumen keuangan dan investor,” tuturnya.

Ia menegaskan, potensi finansial harus dibedakan dari kepastian transaksi. Sebab, untuk mengambil alih bank sebesar BCA, calon investor harus mempertimbangkan aspek regulasi, struktur kepemilikan, kemampuan permodalan, serta keberlanjutan operasional perusahaan.

Baca Juga  Tepis Isu Politik ! Makayoa Bersatu Tandaskan Pertemuan Dengan Bupati Adalah Tindak Lanjut Pertemuan Dengan Wabup Helmi Umar Muchsin

Nama Haji Isam selama ini dikenal melalui Jhonlin Group, kelompok usaha yang memiliki jaringan bisnis di sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit, transportasi laut dan udara, hingga properti.

Berdasarkan laporan Bisnis.com pada 21 September 2026, sejumlah perusahaan terbuka yang terafiliasi dengan Haji Isam dan keluarganya antara lain PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), serta PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (PACK).

Estimasi nilai pasar saham yang dapat dikaitkan dengan Haji Isam dan keluarganya pada sejumlah emiten tersebut mencapai sekitar Rp83,9 triliun berdasarkan harga penutupan saham 17 September 2026.

Baca Juga  Baru Dilantik, Kepengurusan HIKMU Ketum Askan Naim Langsung Digoyang Isu “Mosi Tidak Percaya HIKMU Ilegal”

Namun, angka tersebut merupakan estimasi nilai pasar kepemilikan saham, bukan nilai kekayaan bersih Haji Isam. Perhitungan itu juga belum mencakup keseluruhan aset dan kewajiban dari jaringan bisnisnya yang berada di luar perusahaan terbuka.

Bisnis.com mencatat bahwa sebagian besar perusahaan dalam jaringan Jhonlin Group merupakan perusahaan tertutup sehingga nilai pasarnya tidak dapat dihitung secara langsung melalui harga saham di bursa.

Kondisi tersebut membuat total kekayaan Haji Isam sulit dipastikan secara akurat melalui data publik yang tersedia.

Muslim menilai, keberadaan jaringan perusahaan di berbagai sektor memberikan gambaran mengenai kapasitas bisnis Haji Isam. Menurutnya, pengalaman mengelola perusahaan dengan skala operasional besar dapat menjadi modal penting ketika seorang pengusaha hendak memasuki industri baru.

Baca Juga  Dugaan Pengamanan Situs Judol, Muslim Arbi Desak Polisi Periksa Lagi Budi Arie dan Tetapkan Tersangka

“Pengalaman membangun bisnis dari berbagai sektor tentu memberikan bekal tersendiri. Ada kemampuan mengelola organisasi, mengembangkan jaringan, mencari pendanaan, dan membaca peluang ekonomi. Faktor-faktor seperti ini yang membuat nama Haji Isam menarik ketika dikaitkan dengan kemungkinan ekspansi ke sektor perbankan,” ungkapnya.

Langkah ekspansi terbaru Haji Isam yang menarik perhatian pasar adalah rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), perusahaan tambang batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong.

Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA) untuk mengakuisisi 10.000.000.500 saham BYAN, atau sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *