JAKARTA — Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) menegaskan Indonesia membutuhkan sosok “Bapak Bangsa” yang memiliki kecerdasan spiritual untuk menjadi panutan dan pemberi arah bagi seluruh anak bangsa. Gagasan itu mengemuka dalam diskusi rutin GMRI di Sekretariat GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No. 4A, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Surya Wijaya dari Yogyakarta, Joyo Yudhantoro dari Komunitas Kalibata, serta Gus Indra, Gus Dibyo, dan Gus Baidowi. Mereka menyimak tausiah Pemimpin Spiritual Nusantara Sri Eko Sriyanto Galgendu yang mengurai masa kejayaan sistem kerajaan Mataram Islam.
Amanah Gus Dur hingga PB XII: Pemimpin Harus Punya Kecerdasan Spiritual
Dalam paparannya, Sri Eko menyebut luasnya tanggung jawab sebagai pemegang amanah wasiat Gus Dur, Paku Buwono XII, KH. Prof. DR. (HC) Habib Khirzin, serta sejumlah tokoh dan pemuka agama untuk memegang amanah sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara.







Komentar