Oleh: M.Guntur Alting : Pembina DPW SWI JAYA DKI Jakarta
—
PERANG selalu dimulai dari kegagalan manusia merawat akal budi, dan menyisakan luka yang paling sulit dijamah oleh angka-angka statistik.
Di balik deru rudal dan puing-puing beton yang hancur lebur di Ukraina, ada sesuatu yang jauh lebih rapuh dan berharga yang turut terkoyak: martabat kemanusiaan.
Ketika penderitaan telah menjadi rutinitas harian, bagaimana sebuah bangsa mempertahankan sisa-sisa kewarasannya?
Jawabannya sering kali bersemayam di tempat-tempat yang paling tak terduga—bukan di ruang sidang Dewan PBB yang steril dan penuh kalkulasi kuasa, tapi pada selembar kanvas kumuh, goresan arang, dan warna-warna yang dipaksakan hidup di tengah kegelapan.















Komentar