oleh

Diskusi “Petaka Rp1 Triliun”: Ahli Ingatkan DPRD Maluku Utara Jangan Asal Setujui Pinjaman, Uji Dulu Kekuatan Fiskal Riil

-HEADLINE-379 Dilihat

Konteks

Wacana pinjaman Rp1 triliun muncul di tengah defisit dan tingginya kebutuhan belanja pembangunan di Maluku Utara. Namun sejumlah elemen mahasiswa dan akademisi menilai, tanpa transparansi data dan kajian fiskal mendalam, pinjaman tersebut berpotensi menjadi “bom waktu fiskal” bagi daerah.

Diskusi “Petaka Rp1 Triliun” ini menjadi sinyal keras agar DPRD Maluku Utara tidak buru-buru mengetok palu. Sebab, konsekuensi gagal bayar utang bukan hanya soal angka, tapi langsung berdampak pada gaji ASN, layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur rakyat.

Baca Juga  Politisi Sorot Kritis Data APBD Malut 2025: Ada Selisih Rp26 Miliar Antara BPKAD dan Ranperda, Diduga Pembohongan Publik

“Jangan sampai hari ini kita bangga dapat pinjaman, tapi 5 tahun ke depan anak cucu kita yang bayar dengan dipotongnya layanan dasar”pungkas Dr.Hendra Karianga, SH.MH.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *