oleh

Muzakir Dodaradaga Kritik Gubernur Sherly : “Potong TTP Pegawai untuk Proyek Keluarga Itu Ketidakadilan Nyata”

-HEADLINE-2321 Dilihat

TERNATE – Kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TTP) dengan alasan efisiensi kembali dikritisi.

Aktivis Muzakir Dodaradaga menyebut langkah itu keliru besar dan sarat kepentingan politik bisnis.

“Memotong TTP pegawai untuk menambah pundi-pundi proyek yang bisa dinikmati keluarga dan kelompok bisnis. Itu namanya menjadikan pegawai sebagai sapi perah,” tegas Muzakir, Selasa 28/7/2026.

Baca Juga  Nilai APH dan Legislativ Tumpul, Akademisi Asal Malut di Jakarta Ini Minta Tokoh Agama dan Adat Nasihati Gubernur Malut, Sherly Tjoanda

“Efisiensi Bukan Berarti Menyiksa Pegawai”
Menurut Muzakir, alasan efisiensi yang digunakan Pemprov tidak bisa dijadikan pembenaran untuk memotong hak pegawai.

“Efisiensi bukan berarti menyiksa pegawai. Mereka bukan babu atau orang kerja harian. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang menghidupi keluarganya dari gaji dan TTP,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *