oleh

CATATAN REDAKSI : What’s wrong with Governor Sherly Tjoanda?

-Editorial-1119 Dilihat

 

TERNATE, 28 Juli 2026. — Makna indonesia dari tajuk diatas : apa yang salah dengan Gubernur Sherly Tjoanda ?

Pertanyaan yang layak rakyat Maluku utara ajukan kepada Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.

Why ! Baru Dua tahun memimpin, waktu seumur  jagung yang mestinya menjadi tahun-tahun bulan madu seorang pemimpin yang terpilih secara demokratis alias terpilih dari rakyat dengan suara paling mayoritas.Janda mendiang Benny Laos ini bahkan memenangkan suara rakyat hanya satu putaran dalam sistem Pilkada dua putaran terhadap lawan -lawan sekaliber Sultan Tidore dan Dr.H.Muhamnad Kasuba.

Seharusnya masa itu adalah “honeymoon” politik. Masa madu. Visi-misi jalan mulus, legislatif manut, rakyat mendukung. Karena menangnya juga telak, dengan legitimasi suara rakyat yang sangat meyakinkan.

Tapi yang dinikmati Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda justru sebaliknya: bulan madu tapi dari madu lebah hitam. Pahit di lidah, menyengat di kepala.

Dua tahun berkuasa, Sherly hari ini menghadapi 1 fakta telanjang: kepercayaan publik runtuh. Dan puncaknya, proposal utang Rp1 Triliun ditolak ramai-ramai. Bahkan di arena nobar Final Piala Dunia pun rakyat bentang spanduk “TOLAK PINJAMAN SHERLY 1 TRILIUN”.

Apa yang salah?

1. HILANGNYA TRUST: DARI LEGITIMASI KE KECURIGAAN

Trust publik tidak hilang karena sulap. Ia mati pelan-pelan. Karena janji.Padahal ini modal paling berharga dalam sistem kekuasaan demikratis yang telah diraih Sherly di Pilkada Maluku Utara.

2 tahun kemudian, narasi itu berubah. Publik mulai membaca “tabiat” lain: “kekuasaan sebagai mesin cuan”

Sumber of derecord media ini menggambarkan “Sherly rupanya seperti ungkapan Kahlik Gibran” :

We choose our joys and sorrows long before we experience them.

Kita memilih suka dan duka jauh sebelum kita mengalaminya.

“Otak bisnis telah bersemayam di otaknya sebelum ia menjadi Gubernur dan tiba waktunya dia mewujudkan semua itu”.

Dan ketika trust sudah hilang, kebijakan apapun akan dicurigai. Termasuk utang Rp1 Triliun yang katanya “untuk rakyat”.

1.  “BAKIOS DALAM TOKO”: TAMBANG, HOTEL, MANOPOLI PROYEK, VISI SOFIFI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *