“Kalau seseorang berhasil dipancing melakukan pelanggaran, maka proses berikutnya menjadi lebih mudah. Inilah yang saya sebut operasi pancing jaring,” katanya.
Selain itu, Muslim Arbi juga melihat adanya indikasi operasi adu domba yang mulai berkembang di sekitar kubu Roy Suryo. Ia mencermati munculnya berbagai pemberitaan mengenai perbedaan pendapat di internal tim, termasuk polemik yang menyeret sejumlah pengacara.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam sebuah tim merupakan hal yang wajar. Namun ketika perbedaan tersebut terus diekspos dan dibesar-besarkan di ruang publik, situasinya dapat berubah menjadi instrumen untuk melemahkan soliditas kelompok.
“Yang saya lihat sekarang mulai muncul narasi saling menyalahkan. Ada pengacara yang dipersoalkan, ada yang kemudian diberitakan seolah-olah menjadi penyebab persoalan, bahkan sampai muncul kabar pemecatan. Perbedaan itu terus di-blow up di media,” ujarnya.
Muslim Arbi menilai pemberitaan mengenai konflik internal memiliki dampak psikologis yang besar. Publik akan lebih fokus pada perpecahan dibanding substansi persoalan yang sedang dihadapi.
Menurutnya, strategi adu domba merupakan metode klasik yang hingga kini masih efektif apabila berhasil memecah kepercayaan antarpihak di dalam suatu kelompok.













Komentar