Ia menambahkan bahwa ketika rasa saling percaya mulai berkurang, energi organisasi akan habis untuk menyelesaikan konflik internal. Pada saat yang sama, fokus menghadapi persoalan utama menjadi berkurang.
“Kalau internal mulai saling curiga, maka pihak luar tidak perlu bekerja terlalu keras. Kelompok itu akan melemah dengan sendirinya,” kata Muslim Arbi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap tim hukum maupun tim pendukung tokoh publik perlu berhati-hati menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar harus direspons secara emosional.
Muslim Arbi menilai kehati-hatian menjadi faktor penting agar tidak terjebak dalam skenario yang justru merugikan pihak sendiri. Ia mengingatkan bahwa perang opini saat ini berlangsung sangat cepat melalui media massa maupun media sosial.
Karena itu, ia mengimbau seluruh pihak untuk tetap mengedepankan langkah-langkah yang sesuai koridor hukum dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.***








Komentar