oleh

MENAKAR “LABBAYTUM AWARD” DAN WAJAH PELAYANAN HAJI KITA


Oleh: M. Guntur Alting

​ADA yang sedikit mengejutkan ketika daftar peraih “Labbaytum Award 2026” diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Nama Indonesia, “sang raksasa” penyelenggara haji dengan dua ratus sepuluh ribu (210.000) jemaah, tidak terlihat di sana.

Sementara, tetangga kita Malaysia dan Singapura—dengan jumlah jemaah yang jauh lebih sedikit—justru tampil sebagai juara.

Baca Juga  BLOK MASELA: Akhirnya Presiden Prabowo Mengeksekusinya — Membangun Kedaulatan Migas melalui Spirit Pasal 33 UUD 1945

Apakah ini sebuah kekalahan?

Mungkin terlalu cepat jika kita menyebutnya sebagai kegagalan telak. Namun, di saat yang sama, kita juga tidak bisa sekadar berlindung di balik narasi “kompleksitas jumlah”.

​Dalam sebuah percakapan tentang pelayanan publik, kita sering terjebak dalam pembenaran atas skala. “Kita ini besar,” kata mereka. “Maka wajar jika ada sedikit kekacauan di sana-sini.”

Baca Juga  DIKSI “LONDO IRENG “ BAGAI OBAT PENGUSIR TIKUS .

Benarkah demikian?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *