oleh

Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh Dari Sosok Prof. Dr. Sri Edi Swasono MPIA (Bagian Kedua)

-Artikel/Opini-1377 Dilihat

Oleh Jacob Ereste 

Anak-anak negeri menyingkirkan kearifan Ibu Pertiwi, lalu kembali menghamba ke-Inlanderan lagi. Oleh sebab itu, kata Prof. Sri Edi Swasono dalam puisinya ini : kita kalah dan menyerah dalam perang peradaban. Sehingga dia merasa berhak untuk bertanya : mana keperkasaan Patih Gajah Mada, mana kedigdayaan Untung Suropati, mana kemandirian Malahayati, dan Cut Nya’ Dhien……

Baca Juga  81 Tahun Kemerdekaan dan Perebutan Makna Kedaulatan Rakyat

Begitu mudahnya pendidikan nasional Indonesia ditelan keminderan….. Lalu sambil memelihara status-quo perkoncoan nepo-nepo. Kalau Lester Thurow menulis Zero Sum Society , saya akan menulis The Suicidak Society , biar Ki. Hajar kerso mungu. Demang-demang anak negeri gemregah lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *