Ia mengatakan, langkah KPK dalam mengembangkan kasus ini juga akan menjadi ujian serius terhadap komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi, khususnya di sektor penerimaan negara.
Menurut Muslim, Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan telah menegaskan pentingnya membersihkan aparat negara dari praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Karena itu, ia menilai aparat penegak hukum harus menangkap pesan politik tersebut dengan langkah konkret.
“Kalau pemerintah serius memberantas korupsi, maka kasus seperti ini harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai publik melihat ada perlindungan terhadap pejabat tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muslim Arbi menilai pengembangan perkara ini berpotensi membuka tabir praktik lama yang selama ini disebut-sebut terjadi di sektor kepabeanan. Ia mengatakan institusi Bea Cukai merupakan salah satu titik rawan karena berkaitan langsung dengan aktivitas impor dan ekspor bernilai besar.
“Ini bukan hanya soal individu, tetapi soal tata kelola dan kultur birokrasi. Kalau ada praktik penerimaan uang secara sistematis, maka reformasi total diperlukan,” katanya.***















Komentar