oleh

AR.Fabanyo Kritik Gubernur Sherly: Katanya Kaya Tapi Masih Bebani APBD

-HEADLINE-299 Dilihat

Kebijakan sewa speedboat sebagai kendaraan dinas laut Sherly juga dikritik. Abdurahim menilai kebijakan itu tak mendesak jika Sherly menetap di ibu kota Sofifi yang sudah menyediakan rumah dinas mewah.

“Kan ada rumah dinas Gubernur di Sofifi, tinggal saja di Sofifi. Kan instansi vertikal juga dipaksa pindah ke Sofifi kok Gubernurnya masih asyik di Ternate,” ketus dia.
Lebih jauh, AbduRahim mengendus permasalahan lain ikut mengemuka di kebijakan sewa speed boad ini.Dalam temuannya, ternyata speed boad yang digunakan untuj kendaraan dinas Gubernur Ternate -Sofifi PP itu digunakan maksimal 2 kali se bulan yang sama artinya Gubernur Sherly hanya masuk kantor maksimal 2 kali dalam se bulan.
“Saya dapat bocoran dari ABK Speed Boad dinas Gubernur yang disewa Pemprov, Gubernur Sjerly hanya gunakan speed boad ini 2 kali dalam sebulan, artinya Gubernur hanya masuk kantor 2 kali di setiap bulan dong, ini gimana”ujar dia sesal.

Baca Juga  Gempa Dahsyat Melanda Ternate, Rumkit Dharma Ibu Sampai Evakuasi Pasien Ke Ruang UHD

Desak APH Usut, Ingatkan “Sense of Crisis”

Abdurahim meminta aparat penegak hukum baik KPK, Kejaksaan, maupun Kepolisian mengusut dugaan korupsi tersebut. “Kita minta APH usut tuntas dugaan korupsi Gubernur ini,” tegasnya.

Ia mengingatkan Sherly agar memiliki sense of crisis terhadap rakyat Malut yang masih terlilit kemiskinan. “Anggaran-anggaran untuk Gubernur mestinya diefisiensi di tengah kebijakan efisiensi saat ini,” imbuh Abdurahim.

Baca Juga  SIGAP! Sejam Pasca Gempa, Sekda Rizal Marsaoly Gerak Cepat Bentuk Posko Gempa 7,6 SR di Ternate

“APH usut dugaan kebijakan koruptif Gubernur Sherly Tjoanda,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *