“Kan ada rumah dinas Gubernur di Sofifi yang baru-baru ini direhab Pemprov dengan anggaran fantastik sebesar Rp8 miliar lebih, kenapa harus sewa lagi hotel milik Gubernur sampai Rp500 juta rupiah,” tegas pria yang akrab disapa Ko Im Fabanyo itu.
“Ini bentuk kebijakan koruptif karena menyalahi mekanisme dan menguntungkan langsung entitas bisnis Gubernur Sherly,” tambahnya.
Skin Care Rp540 Juta: “Katanya Terkaya, Tapi Bebani APBD”
Direktur Malut Institute ini juga menyoroti anggaran kesehatan dan skin care atau perawatan kulit Gubernur yang disebut mencapai Rp540 juta per tahun. Menurut Abdurahim, anggaran itu tidak mendesak di tengah rakyat yang masih butuh perhatian anggaran.
“Katanya Gubernur terkaya tapi skin care saja membebani APBD Malut,” sindirnya.
Sewa Speedboat: “Kenapa Tak Tinggal di Sofifi?”







Komentar