TERNATE — Tak ada aral melintang, malam nanti pertunjukan Monolog Pahlawan Nasional Jejak Perjuangan Dari Moloku Kie Raha akan dipentaskan di bisoskop XXI, Jati Land Mall, di bilangan Gamalama, Tapak II, Kota Ternate.
Pementasan Monolog pertama dalam sejarah pertunjukan seni panggung Maluku Utara yang disutradarai akademisi dan budayawan Dr.Amar Ome dan Sofyan Daud ini akan mementaskan jejak perjuangan 4 pahlawan nasional memerdekakan bangsa Indonesia : Sultan Babullah yang diperankan Dr.Azis Hakim (Ekonom), Sultan Nuku yang diperankan Asrul NL (Seniman), Sultan Zainal Abidin Sjah yang diperankan oleh Amal Hasanudin dan Sahuddin Bin Talabuddin yang diperankan oleh Dr.Syahrir Ibnu (Sosiolog).
SINOPSIS :
1.Sultan Babullah — Api Dendam di Benteng Kastela
Di tanah Kie Raha, ketika senja meneteskan darah di ufuk Gamalama, seorang putra mahkota mengepalkan sumpah. Ayahnya, Sultan Khairun, dibunuh licik di meja perjamuan Portugis tahun 1570.
Babullah tidak menangis. Ia menyalakan perang.
Lima tahun Benteng Kastela dikepung. Laut dijaga kora-kora, hutan dibakar semangat soya-soya. Tahun 1575, lonceng Gereja runtuh. Portugis lari tunggang-langgang ke Ambon. Untuk pertama kali, kaki Eropa dipatahkan oleh tangan Nusantara.
Dari singgasananya, Babullah merajut 72 pulau: dari Banggai hingga Mindanao, dari Raja Ampat hingga Seram. Rempah jadi bahasa, meriam jadi aksara. Dunia menyebutnya Lord of the East.
Ia bukan sekadar sultan. Ia adalah api pertama yang membakar peta kolonial.
—













Komentar