Sikap konsisten pun akan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri. Mulai dari kemampuan memanfaatkan waktu yang dia miliki serta bisa mengatur dirinya sendiri dengan baik – utamanya emosi – akan memantapkan sikap konsisten yang kukuh, tak tergoyahkan.
Kendati begitu, pengaruh lingkungan – keluarga, perlawanan, dari tempat kerja hingga relasi dan klien – juga dapat memberi pengaruh negatif maupun positif terhadap sikap konsistensi seseorang. Sikap konsistensi pun bisa ditentukan oleh pengalaman dan pembelajaran dari kesalahan yang pernah dilakukan untuk membuat seseorang akan lebih konsisten dengan sikap dan pilihan serta tindakan yang hendak dilakukannya kemudian.
Inilah kisaran wilayah spiritualitas yang maha luas itu, karena meliputi juga masalah etika – budaya – kejujuran tidak hanya kepada orang lain, tapi juga kepada diri sendiri, seperti menunaikan ibadhah bisa menjadi penakar sikap dari kejujuran yang dapat mendukung sikap dan sifat konsisten.








Komentar