oleh

*Fenomena “Operasi Kodok” Yang Kini Semakin Gencar Digulirkan Melalui Media Sosial Berbasis Internet*

By.Jacob Ereste 

Fenomena bertambahnya jumlah buzzer sebagai pembuat gaduh dalam media sosial, dalam kesimpulan Atlantika Institut Nusantara menjadi obyek pengamatan tersendiri yang menarik. Pertama jumlahnya yang cukup fantastis diturunkan je lapangan untuk membuat kegaduhan dan kekisruhan, secara sengaja atau tidak sengaja membuat konsentrasi Pemerintah yang dipimpin Prabowo Subianto terganggu, atau bahkan hilang konsentrasi untuk melaksanakan programnya yang pro rakyat.

Baca Juga  Peristiwa Erupsi Dukuno, Hukum Pidana & Tanggungjawab Negara.

Memang teknis pelaksanaan sejumlah program peneruntah untuk memberdayakan rakyat, mengatasi kemiskinan dan memberantas kebodohan melalui Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Nasionakisasi Aset, hingga memberantas korupsi di negeri kita tampak terganggu, sehingga upaya pembenahan dan perbaikan agar teknis pelaksanaannya yang timpang hingga tak maksimal mencapai sasaran mengalami hambatan yang cukup signifikan.

Baca Juga  Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh Dari Sosok Prof. Dr. Sri Edi Swasono MPIA(Bagian Ketiga)

Fenomena dari pertambahan jumlah buzzer yang bisa menyesatkan banyak pihak — utamanya rakyat kebanyakan — memang merupakan ancaman terhadap stabilitas dan upaya membangun rakyat agar bisa lebih sehat dan cerdas dalam pengertian lahir maupun bathin. Hingga pada akhirnya dapat mewujudkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia dalam semua segi hehidupan menuju tata peradaban baru yang lebih baik dan lebih ideal bagi kehidupan manusia pada masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *