oleh

Sosio-Puasa | Hari-16/17 : SUJUD DI BAWAH LANGIT YANG MEMBARA

–000–

Panggung Kontras di Cakrawala

Bagi seorang jemaah umroh, langit Mekkah dan Madinah adalah simbol koneksi vertikal dengan Sang Pencipta.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, ruang udara tersebut berubah menjadi panggung teatrikal yang mencekam.

Bayangkan ribuan orang yang sedang bersujud di pelataran Ka’bah, di bawah naungan struktur beton dan marmer. Sementara di atas mereka, sistem pertahanan udara sedang bekerja keras mencegat proyektil-proyektil besi.

Baca Juga  RUBRIK SOSIO — PUASA : MEMBACA DENYUT MASYARAKAT DALAM LENSA SOSIOLOGI-AGAMA

Kontras ini menciptakan suasana yang ganjil. Di satu sisi, ada ketenangan spiritual yang dalam; di sisi lain, ada naluri bertahan hidup yang bergejolak.

Suara ledakan di kejauhan yang memecah kesunyian malam di gurun menjadi pengingat bahwa, wilayah suci ini tidak sepenuhnya imun dari dinamika politik dunia yang keras.

–000–

Terjebak dalam Ketidakpastian

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari ke-4/5 : GEMA LANGIT DI ALTAR MODERNITAS

Kondisi “terjebak” bagi seorang musafir adalah ujian mental yang berat.

Bandara yang mendadak sunyi dari aktivitas lepas landas, namun bising oleh pengumuman pembatalan, menciptakan ruang tunggu yang penuh kecemasan.

Bagi jemaah lansia, ini adalah kelelahan fisik yang berlipat ganda. Bagi mereka yang membawa perbekalan terbatas, setiap jam penundaan adalah perhitungan logistik yang menyesakkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *