Dari sisi kekuatan, Iran tidal sebanding dengab sekutu lawan dalam jumlah personel, ketersediaan alutsista maupun anggaran. Meski begitz, perlawanan Iran akan cukup sengit dan butuh waktu cukup panjang. Perlawanan ini dipredikai akan menguras logistik dan mengorbankan banyak nyawa. Diperkirakan perang akan terjadi paling cepat 18 bulan, menewaskan 15.000 tentara lawan, dan menelan biaya US$ 3 M. Sebuah angka kematian dan logistik yang sangat besar.
Dunia akan ikut menanggung dampak perang ini yaitu krisis energi. Sejumlah negara yang tidak memiliki ketahanan energi, juga keterbatasan fiskal seperti Indonesia, akan mengalami goncangan yang dahsyat. Penyerbuan Iran oleh Amerika dan sekutu akan mengakibatkan petaka tidak saja dialami oleh Iran, tapi juga negara-negara teluk yang terganggu ekspor minyaknya, termasuk India hingga Indonesia serta sejumlah negara Asia yang kehabisan stok energi. Semakin lama durasi perang, maka selama itulah selat Hormuz akan terganggu. Gangguan terhadap selat hormuz adalah petaka global.
18 bulan, jika durasi waktu perang yang diprediksi ini akurat, maka krisis energi yang bermetamorfosis menjadi krisis moneter dan ekonomi akan melanda banyak negara. Diantaranya akan berujung pada tumbangnya sejumlah pemimpin negara yang tak mampu mengatasi krisis.
Jakarta, 29 Maret 2026












Komentar